Senin, 29 Januari 2018

Rumah Bolon Anjungan Sumatera Utara TMII tidak sesuai dengan aslinya ?

Rumah Bolon Anjungan Sumatera Utara TMII tidak sesuai dengan aslinya ?



Gambar 1. Rumah Bolon
Sumber: Manik.web.id
                                                                                                                        
Suku bangsa Batak terbagi atas 6 anak suku, yaitu Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Pakpak, Batak Toba, Batak Angkola, dan Batak Mandailing. Setiap suku memiliki seni arsitektur yang menarik.
Rumah Adat Batak Toba yaitu Rumah Bolon (Rumah Gorga atau Jabu Si Baganding Tua). Biasanya Rumah terdiri atas Rumah dan juga sopo (lumbung padi) yang berada di depan rumah. Rumah dan sopo dipisahkan oleh pelataran luas yang berfungsi sebagai ruang bersama warga huta.Rumah adat dengan banyak hiasan (gorga), disebut Rumah Gorga Sarimunggu atau Jabu Batara Guru. Sedangkan rumah adat yang tidak berukir, disebut Jabu Ereng atau Jabu Batara Siang. Rumah berukuran besar, disebut Rumah Bolon. dan rumah yang berukuran kecil, disebut Jabu Parbale-balean. Pada rumah Adat Batak juga terdapat banyak ukiran yang disebut gorga. Warna-warna yang dipilih adalah merah, hitam dan putih, yang maksudnya adalah warna dari alam yang mengacu pada flora dan fauna.
Rumah adat bagi orang Batak didirikan bukan hanya sekedar tempat bemaung dan berteduh dari hujan dan panas terik matahari semata tetapi sebenanya sarat dengan nilai filosofi yang dapat dimanfaatkan sebagai pedoman hidup.Beragam pengertian dan nilai luhur yang melekat dan dikandung dalam rumah adat tradisionil yang mestinya dapat dimaknai dan dipegang sebagai pandangan hidup dalam tatanan kehidupan sehari-hari, dalam rangka pergaulan antar individu.
Rumah adat Batak Toba yang disebut Rumah Bolon, berbentuk empat persegi panjang dan kadang-kadang dihuni oleh 5 sampai 6 keluarga batih. Lantai rumah kadang-kadang sampai 1,75 meter di atas tanah, dan bagian bawah dipergunakan untuk kandang babi, ayam, dan sebagainya. Dahulu pintu masuk mempunyai 2 macam daun pintu, yaitu daun pintu yang horizontal dan vertikal, tapi sekarang daun pintu yang horizontal tak dipakai lagi. Untuk memasuki rumah harus menaiki tangga yang terletak di tengah-tengah rumah, dengan jumlah anak tangga yang ganjil.


Gambar 2. Denah dan potongan melintang Rumah Bolon
        Sumber: Soeroto (2003: 104-105)

Bila orang hendak masuk rumah Batak Toba harus menundukkan kepala agar tidak terbentur pada balok yang melintang, hal ini diartikan tamu harus menghormati si pemilik rumah. Ruangan dalam rumah adat merupakan ruangan terbuka tanpa kamar-kamar, walaupun berdiam disitu lebih dari satu keluarga, tapi bukan berarti tidak ada pembagian ruangan, karena dalam rumah adat ini pembagian ruangan dibatasi oleh adat mereka yang kuat. Ruang dalamnya terbagi menurut struktur adat Dalihan Natolu, yakni sistem kekerabatan suku Batak Toba. Karena itu ruma terbagi atas jabusoding, jabu bona, jabo tonga-tonga, jabu sukat, jabu tampar piring, dan jamhur. Jabu bona dan jabu tampar piring di sisi kanan, sedang jabu soding dan jabu sukat di sisi kiri. Dekat pintu terletak jamhur, sedang dapur di antara jabu tonga-tonga, jabu bona, dan jabu soding. Setiap jabu mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Jabu bona berfungsi sebagai tempat tinggal pemilik rumah dan tempat menerima upacara adat Jabu tampar piring tempat saudara pria pihak istri (hula-hula) serta tempat duduk anggi ni partibi (semarga yang bungsu). Jabu soding adalah tempat anak gadis pemilik rumah dan tempat upacara adat. Jabu sukat untuk tempat tinggal anak laki-laki pemilik rumah serta tempat duduk para boru. Sedangkan jabu tonga-tonga untuk tempat berkumpul seisi rumah.

 

                   Gambar 3. Axonometri konstruksi atap Ruma Bolon

            Sumber: Indonesian Heritage (1998: 10)

Ciri Khas Rumah Bolon:
1. Adanya perpaduan seni pada rumah yaitu Seni Pahat (pada Gorga), Seni Ukir (pada dinding berupa ukiran cicak, dsb), dan Seni Kerajinan (pada pemasangan atap dan penyambungan tiang-tiang menggunakan tali ijuk).
2. Bentuk Rumah melambangkan "Kerbau Berdiri Tegak".
3. Menghias beberapa bagian rumah dengan tanduk kerbau. Ada yang menghiasnya pada bagian luar rumah (dinding luar rumah) dan ada yang menghiasnya pada bagian dalam rumah (interior).
4. Bangunan dibuat berdasarkan musyawarah dengan orangtua dan  keluarga lainnya. Hal ini dikarenakan rumah dipakai untuk beberapa keluarga sehingga untuk membangun suatu rumah dibutuhkan musyawarah terlebih dulu.
5. Bagian bawah rumah seringkali dijadikan tempat berternak.
TRITUNGGAL BANUA
1. Atap rumah atau Banua Atas/Banua Ginjang dipercaya sebagai tempat dewa.
2. Lantai dan dinding atau Banua Tengah/Banua Tonga sebagai tempat manusia.
3. Kolong atau Banua Bawah/Banua Toru sebagai tempat kematian.

Gambar 4 : Tritunggal Banua
Sumber : radentirta.blogspot.co.id

Seiring perkembangan zaman, rumah tradisional semkain ditinggalkan dan tidak dipakai lagi sebagai rumah tinggal. Salah satu upaya pelestarian Indonesia untuk mempertahankan rumah tradisional adalah dengan membangun duplikat rumah adat pada TMII. Membangun ruma adat Bolon pada anjungan Sumatera Utara. Akan tetapi terdapat beberapa bagian yang tidak sesuai dengan bangunan aslinya pada bangunan yang dibangun tesebut.

                    
                   Gambar 4 : Rumah Bolon TMII
                  Sumber : Wikipedia

Bangunan tersebut telah dibangun dengan tujuan mempertahankan wujud asli dari rumah bolon sesungguhnya. Akan tetapi terdapat beberapa ketidaksesuaian antara bangunan yang berada pada anjungan TMII dan bangunan tradisional aslinya. Tentunya ketidaksesuaian tersebut akan memberikan kesan yang berbeda, sehingga memberikan penilaian dan pengetahuan yang salah akan rumah bolon sesungguhnya.
Pertama adalah ukuran bangunan yang tidak sesuai dengan yang asli. Ukuran bangunan yang berada pada anjungan TMII lebih besar dari yang aslinya. Ukuran tersebut 2 kali lebih besar daripada rumah bolon pada umumnya. Ukuran tersebut merupakan rencana pembangunan rumah bolon pada TMII, dan ditujukan agar memberikan bangunan yang lebih besar dan dapat dikunjungi oleh banyak orang, karena peruntukan bangunan adalah sebagai tempat kunjungan. Akan tetapi pada dasarnya ukuran ruma bolon tidak sebesar ruma bolon pada anjungan TMII.
Kedua pada bagian pintu masuk pada rumah bolon tersebut. Pintu masuk pada rumah bolon pada dasarnya berada pada bagian fasad depan bangunan, dan untuk memasukinya harus melalui tangga yang berada dibawahnya. Tangga yang berada di bawah pintu masuk juga memiliki jumlah anak tangga yang memiliki arti tertentu. Pada rumah bolon di anjungan TMII, pintu masuk dan tangga yang berada didalamnya tidak sesuai dengan aslinya. Pintu rumah bolon TMII memiliki ukuran yang lebih besar, dan berada di dalam ruangan, padahal pada bangunan aslinya pintu masuk rumah bolon berada pada fasad bangunan. Sama halnya dengan tangganya, tangga pada rumah bolon TMII, berada di dalam ruangan dan terbuat dari beton. Pada dasarnyta tangga pada rumah bolon berada di luar bangunan, dan terbuat dari balok kayu. Ukuran pintu masuk juga tidak sesuai dengan filosofi yang dimaksudkan pada rumah bolon. Ukuran pintu masuk rumah bolon berukuran kecil, sehingga membuat ssetiap orang yang masuk kedalamnya menunduk dengan tujuan menghormati pemilik rumah, jadi pintu masuk rumah bolon TMII, tidak memberikan filosofi yang sesungguhnya dari pintu masuk pada rumah bolon. Akan tetapi pada tempat aslinya posisi daripada tangga dan pintu masuk tersebut juga berbeda beda, karena ada juga rumah bolon yang memposisikannya pada bagian dalam rumah bolon tersebut.
Berikutnya terdapat pada bangian bawah rumah bolon yang filosofinya sebagai banua toru atau tempat kematian. Kolong rumah bolon merupakan suatu tempat yang diperuntukkan sebagai tempat penyimpanan barang, dan tempat ternak sperti babi, ayam, dll. Pada anjungan TMII bagian kolong rumah bolon tersebut adalah bagian yang tidak sesuai dengan kolong rumah bolon asli. Kolong pada rumah bolon merupakan perpaduan dari balok dan kolom yang menjadi tumpuan rumah bolon, dan biasanya terbuat dari kayu. Kolong tersebut juga tidak terdapat ruangan khusus di dalamnya, jadi hanya kolom dan balok yang menjadi tumpuan rumah bolon tersebut. Pada anjungan TMII, kolong rumah bolon tersebut tidak sesuai. Kolong tersebut seharusnya kosong dan tidak terdapat ruangan berdinding di dalamnya, tetapi pada anjungan TMII kolong rumah bolon teridiri dari kolom dan terdapat ruangan berdinding di dalamnya yang digunakan sebagai tempat penyimpanan beberapa peninggalan suku batak toba. Sehingga kolong rumah bolon TMII, tidak memberikan pesan penuh bahwa sebenarnya kolong pada rumah bolon digunakan sebagai tempat ternak dan penyimpanan barang.
Masih terdapat beberapa hal dan bagian yang tidak sesuai antara rumah bolon di TMII dengan rumah bolon aslinya, seperti bahan, material, posisi ruang, dan lain sebagainya. Akan tetapi pada umumnya rumah bolon di TMII sudah memiliki bentuk dan wajah yang menyerupai aslinya.

Sumber :
Soeroto, Myrtha. 2003, Dari Arsitektur Tradisional Menuju Arsitektur Indonesia .Ghalia Indonesia: Jakarta
http://radentirta18.blogspot.co.id/2016/11/analisa-rumah-adat-sumatera-utara.html

https://www.academia.edu/25289997/Rumah_adat_batak?

Jumat, 16 Juni 2017

Madame Tussauds Hong Kong

Madame Tussauds Hong Kong 

Wisata ke Hongkong tidak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi Madame Tussauds. Madame Tussauds adalah salah satu tujuan wisata di Hongkong yang terdapat banyak patung-patung yang terbuat dari bahan lilin. Disini kita tidak hanya dapat melihat patung lilin artis dan tokoh Hong Kong melainkan tokoh dan artis dari negara lain. Berbagai model patung yang banyak terdapat di tempat ini adalah bintang-bintang film terkenal, tokoh pemimpin terkenal, penyanyi, tokoh olahraga, pemimpin, serta sebagian tokoh kartun yang berasal dari seluruh dunia dapat dilihat di tempat Madame Tussauds ini.Yang keren, patung lilin disini dibuat benar benar menyerupai aslinya. Mulai dari tinggi badan, hingga detail wajahnya. Kalau di foto? Mirip sama aslinya.

Nama Madame Tussaud sudah tidak asing didengar. Adalah museum yang didalamnya terdapat patung-patung lilin dari figur artis, tokoh politik, sampai pemusik. Madame Tussauds sendiri ada di beberapa wilayah dunia. Replika patung yang dibuat oleh Madame Tussaud bisa dilihat bagaimana detilnya mereka membuat hampir sama persis dengan tokoh asli.

Jumlah koleksi patung di dalamnya juga tidak begitu banyak, setidaknya sekitar 2 jam untuk berkeliling dan berfoto dengan replika patung. Keluar dari tur museum, ada stand sounvenir salah satunya menawarkan untuk membuat patung lilin tangan kita seharga $45. Lebih baik tidak tergoda untuk bikin souvenir lilin, karena bawa balik ke Indonesia lilinnya langsung lumer. Kemudian, awal masuk Madame Tussaud kita akan difoto sama petugas, saya pikir sifatnya gratis ternyata untuk menembus foto kita perlu biaya HKD 100.

Madame Tussauds berlokasi di Victoria Peak Hong Kong. Bertempat di sebuah gedung yang sangat unik, serta berada dalam dikawasan Stasiun Peak Tram. Pintu masuk menuju Madame Tussauds berada satu lantai dengan Stasiun Peak Tram. Tiket masuk bisa didapatkan saat di depan pintu masuk atau dapat dibeli juga di stasiun Peak Tram bawah saat akan menggunakan tram. Berfoto bersama patung-patung dari berbagai tokoh dunia merupakan tujuan utama para pengunjung Madame Tussauds ini. Peak Tram merupakan pilihan favorit untuk menuju Madame Tussauds, meskipun lokasi ini dapat dijangkau tanpa menggunakan Peak Tram terlebih dahulu. Namun menggunakan Peak Tram akan memberikan sensasi tersendiri bagi yang penumpangnya karena akan merasakan bagaimana menanjak dengan kemiringan sekitar 45 derajat. 


Source : 
http://www.kompasiana.com/asty29/wisata-seru-di-madame-tussauds-hongkong_552835ef6ea834f17e8b45b2
https://deddyhuang.com/2013/04/13/hong-kong-trip-the-peak-madame-tussauds-sky-terrace/

WINDOW OF WORLD SHENZEN

WINDOW OF WORLD SHENZEN

Window of the World, Shenzhen adalah sebuah taman replika fantastis yang terletak di Overseas Chinese Town. Di sini Anda dapat melihat replika hidup keajaiban dunia , warisan sejarah dan situs-situs pemandangan yang terkenal. Seluruh karya dibangun pada rasio 1:1 , 1:05 atau 1:15.

Dalam satu hari, Anda dapat mengunjungi banyak reproduksi situs terkenal dari berbagai negara. Misalnya Anda dapat menemukan Pagoda Mahamuni dari Mandalay dan Angkor Wat Kamboja di sini. Kemegahan arsitektur Eropa, seperti Menara Eiffel, Athena Kuno, Menara Condong Pisa dan Menara London yang akan membawa Anda kembali ke tempat lahirnya kebudayaan klasik Eropa. Bila Anda melihat miniatur Colosseum Roma, Anda mungkin melihat adegan kejam dan berdarah. Anda bisa menikmati pemandangan yang indah saat Anda naik gondola sepanjang kanal Venesia. Di sini Andapun bisa melihat Piramida dan Sphinx yang diam-diam menunggu kunjungan Anda. Setelah melakukan perjalanan melalui dusun Afrika yang khas, Anda bisa berkunjung ke Oceania. Opera House, Sydney yang menawarkan gaya yang unik dari Australia, tetapi juga seluruh Oceania. Melihat dari kejauhan, tampak seperti mutiara bercahaya dari hamparan air laut biru. Gemuruh dari Niagara Falls dan Grand Canyon membawa Anda ke Amerika. Pindah ke peradaban modern, replika dari Manhattan Anda akan melihat deretan gedung pencakar langit yang menjulang tinggi. Tidak heran kita akan merasa ritme kehidupan cepat sini.

Mengunjungi Window of the World selama waktu festival adalah cara lain untuk menikmati taman replika ini. Setiap tahun taman ini mengadakan Festival Cherry dan Pekan Budaya India . Selama Festival Cherry, berjalan di kebun cherry dari Jepang dan meminum secangkir teh akan membuat Anda serasa seperti sedang piknik dimusim semi di Jepang. Window of the World mempunyai banyak program selama periode liburan. Pada liburan musim panas, Beer Festival Internasional adalah atraksi turis terbesar. dan Festival Musik Pop yang menjadi favorit anak muda. Acara-acara seperti ini diadakan pada Hari Nasional China. 

Ada sejumlah perjalanan petualangan yang bisa Anda pilih. Sebagai contoh, untuk menguji keberanian Anda dengan menavigasi Sungai Colorado di Grand Canyon. Dalam Archery Field, wisatawan dapat mengikuti cara-cara suku Indian, Amerika Utara dan belajar untuk berburu mangsa di hutan yang rimbun. Bahkan yang lebih menarik adalah untuk melintasi hutan tropis yang primitif dengan cable car. Ski di kota subtropis mungkin terdengar aneh, tetapi Indoor Ski Run Alpine di Shenzhen Window of the World menawarkan empat ribu meter persegi (sekitar 6.200.012 meter persegi ) dari piste dalam ruangan untuk bermain ski.

Source : https://mazyunna.wordpress.com/2014/05/22/jalan-jalan-ke-window-of-the-world-shenzhen/




THE VENETIAN MACAU

THE VENETIAN MACAU

Sebagai sebuah negara kecil yang terletak kurang lebih 70 km dari Hongkong atau 145 km dari Guangzhou Cina, Macau bisa menjadi salah satu destinasi menarik untuk dikunjungi kala sedang travelling ke Hongkong atau Cina, ataupun menjadi destinasi utama jika memang tertarik bermain di Casino-Casinonya yang sangat banyak bertebaran di seluruh pelosok kotanya. Hal inilah yang menjadikan Macau identik dengan gambling atau casino, dan merupakan negara di Tiongkok yang diperbolehkan memiliki casino sehingga menjadikan negara ini sebagai salah satu tujuan wisata casino di Asia.

Salah satu area casino terbesar di negara ini adalah The Venetian yang merupakan resort hotel, pusat perbelanjaan dan casino yang berada dalam satu area resort yang sangat mewah. Untuk menuju ke tempat ini maka kita bisa menggunakan transportasi taxi atau bus yang biasanya sudah tersedia di bandara atau terminal bus yang ada di sekitar terminal penyebrangan Ferry. Berhubung dalam kunjungan kali ini kami menggunakan paket travel, maka setelah tiba di terminal penyebrangan ferry dari Hongkong, kamipun dijemput oleh travel agent dan  menggunakan bus menuju resort The Venetian yang ternyata jarak dan waktu tempuhnya tidak terlalu jauh dan lama disebabkan Macau ini tidak terlalu luas untuk ditelusuri.

Bagi yang hobi bermain di Casino, bisa segera masuk ke area Casinonya dan bermainlah sampai puas, hehe. Oiya jangan lupa aturan di Casinonya adalah dilarang keras memotret / mengambil foto/gambar diseluruh area Casinonya, bahkan di pintu masuknya kita akan melewati security check in terlabih dahulu.

Bagi yang suka shopping, silahkan berkunjung ke lantai atas dimana bertebaran toko-toko branded dengan harga yang lumayan mahal tentunya. Shopping centernya meliputi barang-barang fashion, arloji, tas, mainan anak-anak, snack, coklat, hingga berbagai souvenir dan kue khas Macau yang terkenal di Koi Kei Bakery. Oiya mata uang yang digunakan di Macau kebanyakan adalah Hongkong Dollar meskipun Macau juga memiliki mata uang sendiri. Jangan kuatir tidak bisa berbelanja disini, karena banyak terdapat money changer tempat kita bisa menukarkan uang.





Menikmati Gondola didalam area resort Venetian. Gondola merupakan perahu dayung tradisional yang berasal dari Venesia Italia. Bagi yang sudah pernah ke Eropa, juga terdapat wisata yang sama dengan gondola di Venetian Macau ini, hanya saja kalau di Eropa naik perahu dayungnya beneran di sungai, nah kalau di resort Venetian Macau ini, wisata naik gondolanya bukan di sungai melainkan di sungai buatan (kolam berbentuk sungai) yang dibuat khusus di dalam gedung resort Venetiannya. Gondola ini akan dikendarai oleh seorang pendayung yang disebut Gondolier dan biasanya dia akan menyanyikan sebuah lagu untuk kita. Yang serunya, saat tahu bahwa saya berasal dari Indonesia, Gondoliernya malah menyanyikan lagu Bubuy Bulan, keren banget deh orang Italia tapi bisa nyanyi lagu Indonesia, wew!

Source : http://jejaklangkahku.com/2015/06/09/the-venetian-macau-perpaduan-casino-keindahan-arsitektur-ala-eropa/

Macau Tower




MACAU TOWER

Menara Macau adalah salah satu spot terbaik untuk menikmati cityscape kota Macau, memang untuk bisa memotret tanpa halangan anda harus kepuncak Macau Tower lokasi dimana anda ingin mencoba bungee jumping dari puncak paling atas dari Macau Tower. Dibuka pada 19 Desember 2001, Macau Tower memiliki tinggi 338 meter. Ini merupakan konstruksi elegan yang menawarkan panorama indah seluruh Macau dan delta sungai Pearl dari dek observasi dan restoran yang berputar, pada ketinggian 223 meter. Juga berkesempatan untuk berjalan diluar mengelilingi menara, seperti contohnya "Skywalk X".

Menara yang dirancang oleh Gordon Moller, seorang arsitek terkenal asal New Zealand, ini menawarkan daya tarik wisata yang luar biasa. Peserta Paket Tour Hongkong  bisa melihat panorama Peal Delta River, Macau Peninsula, dan Taipa di kepulauan Coloane dari titik tertinggi menara ini, yakni di level 61 dengan ketinggian 223 meter atau sekitar 732 kaki.

Macau Tower masih menyimpan hiburan di level-level selanjutnya. Ada kafe dan restoran di lantai 59 dan 60. Kafe ini berputar 360 derajat sehingga memungkinkan peserta Paket Tour Hongkong melihat sekeliling Macau sambil menikmati aneka makanan dan panganan ringan seperti sea food ala Portugis dan India juga spagetti Italia. Tak jarang, dari level ini terlihat pemandangan burung-burung yang berterbangan yang bisa peserta Paket Tour Hongkong nikmati di sela pemandangan pelabuhan yang indah. 

Selain menara, ada juga Pusat Pertemuan dan Hiburan 4 lantai, restoran, bioskop, Besides the tower, there are a 4-floor Convention and Entertainment Centre, restaurants, cinema, 2 tingkat lantai bawah dan plaza terbuka. paling seru pada saat malam hari, karena sehabis memotret kita bisa makan malam di skywalk, nuansa makan malam yang romantis. karena disini kita bisa menikmati kuliner yang sangat lezat bertaraf hotel bintang lima.

Source : http://www.cheria-travel.com/2013/12/melongok-kemegahan-macau-tower-dalam-paket-tour-hongkong.html

The Ruins of St Paul

                                                    The Ruins of St Paul

The Ruins of St Paul adalah landmark dan symbol Kota Macau, sehingga objek wisata ini merupakan wajib untuk dikunjungi dan difoto. memang bentuk The Ruins of St Paul ini seperti pintu gerbang dan ada yang bilang mirip gereja masa lampau, yang membuat unik adalah kemegahan The Ruins of St Paul ini. memang site ini selalu penuh dikunjungi wisatawan, sehingga untuk memotret yang bagus saja cukup susah karena terhalang banyak orang. mungkin anda pagi pagi sekali datang kesini dan dihari biasa agar bisa puas memotret The Ruins of St Paul tanpa harus berdesak desakan dengan yang lain.





Awalnya The Ruins of St Paul merupakan Gereja Mater Dei yang dibangun pada 1602-1640, dihancurkan oleh kebakaran pada tahun 1835, dan reruntuhan College St Paul, yang berdiri berdekatan dengan Gereja. Secara keseluruhan, Gereja tua Mater Dei College St Paulus dan Mount Fortress semua konstruksi Jesuit dan membentuk apa yang dapat dianggap sebagai Makau "acropolis". sisa-sisa arkeologi dari College tua St Paulus menemukan fakta kalau The Ruins of St Paul ini adalah Universitas pertama di kawasan Asia di masa lampau. dan juga Universitas bergaya barat pertama di Timur, karena banyaknya program akademik yang rumit membuat The Ruins of St Paul sangat terkenal di masa lampau. Saat ini, Ruins of St Paul berfungsi sebagai landmark dan simbol Kota Macau.

Source : http://www.alambudaya.com/2014/12/7-tempat-wisata-wajib-di-macau-china.html

GARDEN OF STARS HONGKONG

GARDEN OF STARS HONGKONG


Tidak Cuma Industri perfilman di Hollywood yang punya Walk of Fame untuk mengapresiasi para pekerja seninya. Di Hong Kong juga ada Avenue of Stars sebuah tempat untuk mengapresiasi para sineas film Tiongkok. Avenue of Stars, Hong Kong berlokasi di Victoria Peak. Tempat ini terbuka untuk umum pada tanggal 28 April 2004. Avenue of Stars, Hong Kong berisikan galeri cetakan tangan tangan dan patung orang-orang yang berjasa untuk dunia perfilman Hong Kong dan juga Foto para bintang terkenal Hong Kong, kutipan film dan lukisan dari adegan film klasik, lalu Sejarah perfilman Hong Kong seiring dengan berkembangnya industri film Hong Kong.










Disini kita bisa menapak tilas permulaan kejayaan film Hong Kong dan sejarahnya yang sudah lebih dari satu abad di Avenue of Stars, Hongkong. Kita bisa mengetahui Lai Man-Wai sebagai Bapak perfilman Hong Kong. Di Avenue of Stars, Hong Kong kita juga akan melihat sederatan cetakan tangan para artis dan aktor dari Hong Kong yang mendunia, esperti: Jackie Chan,  Chow Yun Fat, Andy Lau, Jet Li, Samo Hung, Stephen Chow, Yu So Chow, Miranda Yang, Patrick Tse Yin, Grace Chang, Gong Li, Aaron Kwok, Stephen Chow, Anita Mui dan Michele Yeoh.


Selain itu kita juga bisa mengetaui perjalanan panjang sejarah perfilman Hong Kong di Salisbury Garden yang terdapat di Avenue of Stars, Hongkong. Sepanjang 440 meter Avenue Of Stars dikisahkan tentang seratus tahun terakhir sejarah perfilman Hong Kong , yang digambarkan dalam sembilan pilar yang berwarna merah dan tulisan di sekelilingnya. Dalam setiap satu gambar ada plakat yang diberikan kepada pelaku film Hong Kong yang berjasa. Beberapa diantaranya disertai dengan tanda tangan dan cetakan tangan dari pesohor dalam semen, namun pada umumnya hanya berisikan plakat dan nama dari artis dan aktor saja.

Di Victoria HarbourAvenue of Stars, Hong Kong sudah bukan tempat asing lagi untuk berwisata, para turis mancanegara pun datang ke Avenue of Stars, Hong Kong untuk melihat para sineas Hong Kong, terlebih lagi ada patung ikonik Bruce Lee dengan gaya jurus andalannya. Jika kita hendak ke Avenue of Stars, Hong Kong, jangan luma membawa coat, parka tau jacket yang tebal, karena angin di Avenue of Stars, Hong Kong sangat kencang dan cukup dingin, karena tempat ini outdoor kita wajib membawa payung jika cuaca sedang musim hujan. Kita juga dimanjakan dengan pemandangan cityscape yang tak terlupakan dari Victoria Harbour yang modern namun tetap tidak melupakan nilai-nilai tradisional kota ini.


Source : http://www.sunburstadventure.com/avenue-stars-hong-kong.html